BlueScope Gandeng COMET Tawarkan Teknologi Material Atap dan Genteng

(Ki-Ka): Lucky Lee (Country President PT NS BlueScope), Irfan Fauzie (VP Sales & Marketing PT NS BlueScope), Yanry Chandra (Direktur Utama PT Comtech Metalindo Terpadu), Keng Effendy (Komisaris Utama PT Comtech Metalindo Terpadu) menunjukan produk hasil kolaborasi antara BlueScope dan COMET. Produk kolaborasi ini menggunakan logo “Steel Supplied by BlueScope” pada merek ZigZag Minimalis, Regency DX, Kiya Truss AZ100.

PT NS BlueScope Indonesia (BlueScope) berkolaborasi dengan PT Comtech Metalindo Terpadu (COMET) memperbanyak akses inovasi pada material baja lapis terbaik pada produk genteng minimalis dan rangka atap melalui kemitraan merek bersama dengan menggunakan logo “Steel Supplied by BlueScope” pada merek ZigZag Minimalis, Regency DX, Kiya Truss AZ100. Penandatangan kerjasama dilakukan Kamis  (20/10) di kantor BlueScope, Gedung South Quarter, Jakarta Selatan. 

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk menghadirkan inovasi teknologi material atap dan genteng minimalis berkualitas guna memenuhi kebutuhan pasar akan produk yang dapat membuat rumah menjadi tampak mewah dengan desain simpel tetapi tetap memaksimalkan fungsi bangunan.

Lucky Lee, Presiden Direktur BlueScope, menjelaskan, sebagai pelopor inovasi baja lapis aluminium seng (BJLAS), BlueScope telah berperan dalam pembangunan infrastruktur maupun perumahan di Indonesia. BlueScope merupakan perusahaan pelopor inovasi baja lapis aluminium seng (BJLAS), yang telah memiliki rekam jejak dengan lebih 14,000 karyawan di dunia.

BlueScope  hadir di Indonesia sejak tahun 1994 dengan memproduksi BJLAS secara dalam negeri di pabrik yang terletak di Cilegon, Banten. Tahun 2013 BlueScope dan Nippon Steel sepakat untuk memperkuat dalam memenuhi kebutuhan baja lapis di ASEAN khususnya Indonesia dengan membentuk joint venture PT. NS BlueScope Indonesia. “Produk jadi BlueScope digunakan pada berbagai jenis bagian bangunan diantaranya penutup atap, dinding, baja ringan, maupun untuk kegunaan lainnya seperti manufaktur,” ujar Lucky Lee, Presiden Direktur BlueScope. 

Ada tiga identifikasi warna pada merek bersama yang bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam memahami kualitas dan peruntukan yang sesuai antara material dan kebutuhan aplikasinya. Atap dan rangka baja ringan dengan penanda stiker warna biru, memiliki ketahanan karat yang terjamin melalui garansi hingga 10 tahun dan ketahanan warna yang terjamin melalui garansi sampai dengan 5 tahun. Selain itu, guna melengkapi rangkaian produk, tersedia juga produk untuk atap/dinding dengan penanda stiker berwarna merah cocok untuk pilihan atap ekonomis. Serta kebutuhan yang sesuai untuk rangka plafon/interior dapat dikenali dengan penanda stiker warna hijau.

Keng Effendy, Komisaris Utama COMET, menambahkan  dalam rangka menjaga kualitas produk, COMET berkomitmen untuk memastikan kualitas produk Zig Zag Minimalis untuk Genteng Metal dan Regency DX untuk Atap menggunakan material AZ100 & AZ70 dari BlueScope dan merek Kiya Truss AZ100 untuk rangka baja ringan menggunakan material AZ100 dari BlueScope 
“Fokus utama COMET adalah untuk kepuasan serta perlindungan konsumen yang didukung dengan berbagai riset dan terobosan melakukan inovasi yang berarti “Innovation is Doing New Things”, melahirkan suatu produk yang baru dari berbagai sisi; desain, warna, bahan dasar, texture, kualitas serta durabilitas. Selama lebih dari 30 tahun, sejak zaman seng gelombang, sampai kepada atap galvalum warna, profil atap metal adalah model gelombang, dan praktis hampir tidak ada perubahan model. Hal ini membuat kesan atap metal berkesan kurang mewah (low class), dan sering dikonotasikan sebagai atap untuk perumahan menengah ke bawah. Atas dasar itulah COMET melahirkan inovasi dengan membuat Zig Zag menjadi pelopor genteng metal minimalis yang kokoh, mewah dan keren,” tambah Keng Effendy.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.