BATERAI: Basic Entrepreneurship Training sebagai Program Pemberdayaan Wanita Pramusyahwat di Yayasan Bandungwangi, Jakarta Timur

portalutama.com – BATERAI : Basic Entrepreneurship Training sebagai Program Pemberdayaan Wanita Pramusyahwat di Yayasan Bandungwangi, Jakarta Timur

8 November 2022, langit begitu mendung seakan tak mendukung kami untuk berangkat ke Jakarta. Ya, kami akan melakukan observasi ke Kota Jakarta Timur, tepatnya ke Yayasan Bandungwangi. Mendengar nama Bandungwangi, kita pasti langsung berpikir bahwa Yayasan tersebut ada kaitannya dengan Kota Bandung, entah itu asal mula Yayasan tersebut, atau orang-orang yang mendirikan Yayasan itu berasal dari Kota Bandung. Tapi, hal tersebut sangatlah keliru, karena Bandungwangi merupakan singkatan dari ‘Bantuan Dukungan Perkawanan dan Saling Melindungi’. Jadi, nama Bandungwangi sudah jelas tidak ada kaitannya dengan Kota Bandung.

Yayasan Bandungwangi merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bersifat nirlaba atau Organisasi Non-Profit di Indonesia dari dan untuk kepentingan pramusyahwat. Pramusyahwat sendiri merupakan istilah bagi individu yang bekerja dengan cara merelakan ‘kehormatannya’ untuk digunakan sebagai penyalur hasrat seksual pelanggan demi mendapatkan uang.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjerumusnya individu ke dalam dunia prostitusi, misal tingginya angka kemiskinan, minimnya lapangan kerja, kebutuhan hidup (baik untuk diri sendiri maupun keluarga), pendidikan yang tidak memenuhi kualifikasi, tidak memiliki softskill dan hardskill yang baik, kegagalan dalam berumah tangga, dan kecewa karena cinta yang kandas. Akan tetapi, bila disimpulkan faktor terkuat yang menyebabkan jatuhnya individu ke dalam sumur prostitusi yaitu ekonomi.

Ibu Endang Supriyati selaku Direktur Yayasan Bandungwangi, menerangkan kepada kami bahwa Bandungwangi didirikan atas dasar rasa kepedulian mereka terhadap pramusyahwat. Bandungwangi ingin menolong para pramusyahwat agar lepas dari jeratan prostitusi dan tidak lagi bekerja di dunia gelap tersebut. Selain itu, mereka sangat tidak tega melihat pramusyahwat mendapatkan stigma buruk dari masyarakat.

Guna memberdayakan pramusyahwat ke arah yang lebih baik, Yayasan Bandungwangi menyelenggarakan beberapa program, semisal salah satunya yaitu program pelatihan UMKM yang di antaranya ada yang bekerja sama dengan pihak pemerintah dan non-pemerintah. Pelatihan ini diadakan supaya para pramusyahwat mampu memiliki penghasilan yang ‘halal’, memperbaiki perekonomiannya, dan lambat laun meninggalkan pekerjaan lamanya.

Bandungwangi tidak hanya serta merta mengadakan program saja, akan tetapi memberikan modal usaha dan melakukan monitoring pula terhadap pramusyahwat selaku penerima program. Di mana para monitor ini melakukan kunjungan ke kediaman pramusyahwat, tim monitor ini disebut dengan pelaksana harian. Tim Pelaksana Harian diisi oleh wanita saja agar pramusyahwat pun merasa nyaman apabila ingin bercerita dan berkeluh kesah tentang progress dari usaha kecilnya, kehidupannya, dan niat ingin hijrah.

Kebetulan, saat proses observasi kami tengah berlangsung pun terdapat perwakilan dari pihak Jakpreneur yang hadir di lokasi Yayasan Bandungwangi. Jadi, antara Bandungwangi dan Jakpreneur ini akan melakukan kerja sama. Berdasarkan informasi, Jakpreneur merupakan salah satu platform yang mendukung pengembangan UMKM. Maka dari itu, kerja sama ini sangat penting demi kemajuan dari usaha-usaha kecil yang tengah ditekuni oleh pramusyahwat atas bantuan Yayasan Bandungwangi.

Selain membahas mengenai beragam program, tingkat keberhasilan, dan proses program yang diadakan oleh Bandungwangi, kami pun bertanya kepada Bu Endang terkait kendala yang dihadapi. Beliau menjelaskan bahwa cukup kesulitan saat proses membujuk pramusyahwat untuk mau terbuka, mengikuti program, dan meninggalkan pekerjaan lamanya. Maka dari itu, pendekatan persuasif secara berkala terus dilakukan, sehingga perlahan-lahan akhirnya mereka luluh. Selain itu, Bu Endang pun sudah tidak aneh dengan cibiran masyarakat sekitar bahwasanya Yayasan Bandungwangi merupakan wadah penyalur pramusyahwat, germo dari pramusyahwat, dan dianggap mendukung praktik prostitusi. Akan tetapi Bu Endang dan tim dari Yayasan Bandungwangi tetap tegar dan selalu kuat untuk tidak terpengaruh cibiran masyarakat. Karena kenyataannya pun Yayasan Bandungwangi ingin menolong teman-teman pramusyahwat untuk kembali ke jalan yang benar, meninggalkan pekerjaan kotor, dan mencari rezeki dengan cara yang halal.

error: Content is protected !!