Apa yang Bakal Terjadi Jika Putin Mendadak Meninggal?

Merdeka.com – Dalam beberapa bulan terakhir, kesehatan Presiden Rusia, Vladimir Putin telah menjadi subjek spekulasi. Ada yang mengklaim dia sakit kanker, Parkinson, atau bahkan pernah selamat dari upaya pembunuhan.

Namun sampai saat ini, belum ada catatan atau pernyataan dari dokter terkait kondisi kesehatannya.

Bagaimana seandainya Putin meninggal secara mendadak? Karena umur manusia tidak ada yang tahu.

Jika Presiden Rusia berusia 69 tahun itu meninggal atau tiba-tiba meninggalkan jabatannya, Dewan Federasi memiliki waktu 14 hari untuk menyerukan pemilihan presiden. Jika seruan tidak dikeluarkan Dewan Federasi, maka akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum Pusat. Demikian dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa (13/9).

Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin akan menjadi presiden sementara. Namun, Mishustin dinilai tidak terlalu dekat dengan Putin atau bukan kandidat kredibel untuk menggantikannya.

Pengamat politik, Tatiana Stanovaya mengatakan jika terjadi sesuatu pada Putin, sistem pemerintahan akan tetap bertahan karena masih kuat.

“Kelompok konservatif, siloviki (pejabat keamanan) akan merebut inisiatif politik dan mengambil alih. Tapi jika sesuatu terjadi pada Putin nanit, satu tahun atau lebih, dalam hal ini, risiko destabilitasi jauh lebih besar. Kita akan melihat pertikaian dan siloviki akan sedikit memiliki kesempatan untuk menjaga inisitaif tersebut. Tahun depan situasinya mungkin lebih berbeda dan sulit,” jelasnya.

Menurut beberapa laporan, sejumlah orang dlaam Kremlin diam-diam membahas siapa yang akan menggantikan Putin. Tapi menurut Stanovaya, pembahasan semacam itu bukan hal yang serius.

“Sebenarnya tidak ada yang tahu (siapa yang akan menggantikan Putin”,” ujarnya.

“Jika seseorang misalnya mulai menulis Medvedev adalah penerusnya, itu dapat dinilai sebagai serangan politik pada Medvedev, karena tidak ada yang ingin muncul sebagai penerus, karena itu akan membuat posisi Anda lebih rentan.”

“Sejujurnya sulit untuk menilai Putin akan segera berhenti. Untuk semua cerita terkait penyakitnya, tidak ada bukti dia sakit parah, dan mengingat betapa dahsyatnya perang itu, saya tidak bisa menilai dia akan segera pensiun kecuali dia dipaksa oleh orang-orang terdekatnya,” jelas pakar keamanan Mark Galeotti kepada Al Jazeera.

Putin telah menjabat selama lebih dari 20 tahun, mulai dari 2000 sampai 2008, dan kembali menjabat dari 2012 sampai saat ini.

Masa jabatannya akan selesai pada 2024. Namun pada 2020, undang-undang diubah, sehingga dia bisa mencalonkan diri untuk dua periode lagi sampai 2036 di mana saat itu dia akan berusia 86 tahun.

Jurnalis Farida Rustamova mengatakan sulit memprediksi terhadap negara otoriter seperti Rusia.

“Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tidak ada kekuatan politik alternatif di Rusia yang bisa kita bahas atau apa yang akan dilakukan faksi lainnya,” jelasnya. [pan]

Baca juga:
Ramzan Kadyrov Akui Pasukan Rusia Dipukul Mundur dari Kharkiv, Ukraina
Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa Kematian Ratu Elizabeth II ke Raja Charles III
Putin: Barat Sedang Jatuh, Masa Depan Ada di Asia
Moskow Ungkap Syarat Dialog Putin-Zelenskiy
Putin Keluarkan Kebijakan Luar Negeri Baru Utamakan “Dunia Rusia”


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.