Anggota DPRD DKI Temukan Rumah Warga Hampir Roboh Tergerus Luapan Air Kali

Merdeka.com – Anggota Komisi D DPRD DKI mendapati rumah warga di dapilnya hampir roboh karena tergerus luapan air kali. Praktis, ia langsung ‘menyolek’ lurah setempat.

Rumah tersebut berada di daerah Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan terdapar retakan di setiap dinding rumah tersebut.

“Sangat miris memang kondisi rumah warga di wilayah Haji Briti, dinding rumahnya banyak yang sudah pada retak akibat banjir yang kerap melada wilayah itu. Kondisi ini lah yang selalu membuat resah warga, takut kejadian yang tak diharapkan terjadi,” kata Kent dalam keterangannya, Jumat (28/10).

Kent berharap dengan temuannya di wilayah Haji Briti, Kembangan Selatan ini bisa dijadikan program kerja prioritas Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Sudah puluhan tahun mereka harus menerima nasib selalu kebanjiran jika terjadi hujan deras dan air kiriman, hal itu dikarenakan aliran Kali Pesanggarahan sekitar wilayah tersebut belum dilakukan sheetpile, sehingga selalu meluap.

“Saya berharap Pj Gubernur Pak Heru Budi Hartono bisa membuat permasalahan ini menjadi program prioritas. Karena berdasarkan pengecekan saya di lapangan banyak sekali rumah warga yang retak dan cukup membahayakan pada saat banjir melanda wilayah tersebut, luapan air banjir tersebut akan tumpah ruah berdampak sampai ke perempatan lampu merah Puri,” beber Kent.

Saat ini, sambung Kent, warga Jalan Haji Briti, Kembangan Selatan ini masih menunggu kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta terkait pembebasan lahan untuk program normalisasi Kali Pesanggrahan ini, walaupun beberapa waktu lalu sudah pernah dilakukan sosialisasi tapi hingga saat ini tidak ada kejelasan.

“Menurut keterangan warga, tidak ada kejelasan dari Pemprov DKI Jakarta terkait pembebasan lahan di wilayah mereka, yang sebelumnya sudah pernah dilakukan sosialisasi terkait uang pengganti pembebasan lahan tersebut, tetapi tidak ada kelanjutannya lagi hingga saat ini,” katanya.

Kata Kent, warga berharap dengan uang pengganti pembebasan lahan yang layak dapat membuat mereka memulai hidup baru, tidak dikhawatirkan dengan banjir yang kerap menimpa mereka.

“Menurut saya jika ingin mengeksekusi ya harus tuntas, jangan setengah setengah, jangan nasib orang di gantung terus menerus dan warga di biarkan terkatung katung seperti ini. Saya berharap Pak Pj Gubernur bisa turun langsung di tengah tengah warga untuk mengecek permasalahan di wilayah Haji Briti, Kembangan Selatan ini,” katanya.

Lalu, kata Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI itu, jika hendak melakukan pembebasan lahan, harapan warga bahwa peta trase harus bisa mengikuti aliran sungai saja dan dilakukan dengan perhitungan yang pas, karena pada saat sosialisasi sebelumnya, peta trase yang di tunjukkan kepada warga di potong secara garis lurus, jadi warga mengkhawatirkan banyak rumah yang seharusnya tidak terkena relokasi malah terkena dampaknya.

“Saya berharap kalau bisa peta Trase program Kali Pesanggrahan di wilayah Haji Briti, Kembangan Selatan ini bisa di ubah untuk mengikuti aliran sungai saja, jangan main potong lurus, karena kalau mengikuti dasar peta trase awal, ada musala yang jauh dari pinggiran kali ini akan terkena dampak relokasi juga, warga juga sempat mengkhawatirkan hal tersebut dan menyampaikan hal tersebut kepada saya, Menurut Saya harus ada hitungan hitungan yang pas,” beber Kent.

[rhm]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.