Ancaman Resesi 2023, Ini Kata Bos Bank CIMB Niaga soal Kinerja

portalutama.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) tetap optimistis target pertumbuhan perusahaan masih akan positif, meski di tengah ancaman resesi ekonomi global pada 2023.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, optimisme itu ditopang oleh beberapa faktor, yakni kinerja dari segmen retail melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kartu kredit digital OCTO. Selain itu, perusahaan juga mengandalkan pembiayaan di segmen Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM).

“Target di tahun depan kami bisa mengatakan semuanya naik positif, target kredit juga masih naik positif, terutama fokus utamanya kembali adalah di sisi retail, kemudian dari sisi UMKM,” kata Lani Darmawan dalam konferensi pers, dikutip Jumat (28/10).

    Laba Bank CIMB Niaga Naik 24% Jadi Rp 3,89 Triliun di Kuartal III 2022

    Jelang Dicaplok BSI, Laba BTN Syariah Meroket 66% Jadi Rp 235 Miliar

    Bank Mandiri Gandeng Mandiri Capital Jadikan Livin’ Ekosisten Digital

Laba Bank CIMB Niaga Naik 24% Jadi Rp 3,89 Triliun di Kuartal III 2022

Jelang Dicaplok BSI, Laba BTN Syariah Meroket 66% Jadi Rp 235 Miliar

Bank Mandiri Gandeng Mandiri Capital Jadikan Livin’ Ekosisten Digital

Terkait kondisi likuiditas pasar yang semakin ketat, Lani mengatakan, CIMB Niaga telah mengantisipasi lebih dulu terkait rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR).

“Jadi di luar itu saya rasa dari sisi LDR kami melihatnya bagus, walaupun tentu saja tetap harus bisa mendorong CASA (dana murah) lebih jauh lagi, lewat origin account (akun original), payroll (pembayaran gaji), retail dan digital, dan juga cash management (pengelolaan kas),” lanjut Lani.

Emiten perbankan berkode saham BNGA ini masih menargetkan biaya kredit atau cost of credit (COC) dan biaya dana atau cost of fund (COF) tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.

“Namun, ke depan apakah ada tekanan dari sisi cost (biaya), saya rasa kalau kita mengharapkan lebih rendah lagi itu yang akan menantang, kalau kita bisa pertahankan itu, ya itu bagus,” ujar Lani.

Mengutip laporan keuangannya, laba bersih perusahaan tercatat Rp 3,89 triliun pada kuartal III-2022, atau tumbuh 23,89% dari periode sama di tahun sebelumnya senilai Rp 3,14 triliun.

Pendapatan bunga bersih perusahaan sampai dengan September ini tercatat Rp 9,97 triliun atau naik 0,86% dari sebelumnya Rp 9,88 triliun. Adapun, instrumen keuangan Bank CIMB Niaga menjadi penopang keuntungan perusahaan dengan kontribusi Rp 1,30 triliun hingga September 2022 atau naik 115,49% dari sebelumnya Rp 607 miliar.

error: Content is protected !!