8 Dari 10 CEO Berencana Kurangi SDM untuk Hadapi Resesi

portalutama.com – Perekonomian global pada 2023 diprediksi akan suram. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan 31 negara akan mengalami resesi. IMF juga memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global tahun depan dari 2,9% menjadi 2,7%.

Para CEO perusahaan di dunia juga memiliki pandangan yang sama, 9 dari 10 CEO percaya resesi akan terjadi dalam 12 bulan ke depan. Meski begitu, tiga dari lima (58 persen) merasa resesi akan terjadi dalam jangka pendek dan memiliki efek ringan. Bahkan 76 persen mengaku sudah memiliki rencana untuk menghadapinya.

“Diuji oleh tantangan besar secara berurutan seperti pandemi global, tekanan inflasi, dan ketegangan geopolitik, mendorong para CEO, yang disurvei pada Outlook CEO 2022 kami, yakin terhadap ketahanan perusahaan mereka dan relatif optimis dalam prospek pertumbuhan mereka sendiri,” tulis CEO KPMG, Bill Thomas, dalam hasil survei yang dikutip Minggu (16/10).

BACA JUGA

Ada Ancaman Resesi Global, Berikut Saran Investor untuk Startup

Untuk bertahan menghadapi resesi, 80 persen di antara responden, atau 8 dari 10 CEO, telah atau akan mempertimbangkan untuk mengurangi sumber daya mereka di perusahaannya dalam enam bulan ke depan. Tak hanya itu, 75 persen CEO telah atau berencana untuk menunda proses perekrutan pegawai baru.

Tetapi ketika para CEO melihat rencana jangka panjang, 79 persen mengharapkan jumlah karyawan di organisasi mereka meningkat selama 3 tahun ke depan.

CEO masih berinvestasi pada tenaga kerja yang ada, dengan setengahnya saat ini berfokus pada peningkatan produktivitas.

Walaupun memiliki rasa optimisme tinggi, mereka juga realistis melihat tantangan ke depan. Sekitar tujuh dari sepuluh (73 persen) CEO percaya resesi akan meningkatkan pertumbuhan yang diantisipasi selama 3 tahun ke depan.

BACA JUGA

Ancang-Ancang Indonesia Hadapi Resesi Global 2023

Selain itu, 75 persen CEO juga percaya resesi akan membuat pemulihan pascapandemi lebih sulit, 71 persen CEO memprediksi resesi akan berdampak pada pendapatan perusahaan hingga 10 persen selama 12 bulan ke depan.

Temuan ini menunjukkan bagaimana CEO telah memiliki persiapan lebih baik dalam menghadapi tantangan jangka pendek dibandingkan dengan 2019 dan 2020. Terdapat tiga langkah paling umum yang diambil para CEO untuk menghadapi tantangan tahun depan, hal ini meliputi:

    Meningkatkan produktivitas (50 persen)

    Mengelola anggaran (43 persen)

    Mempertimbangkan kembali strategi transformasi digital (40 persen).

BACA JUGA

IMF: Ratusan Juta Orang Akan Merasakan Sulitnya Ekonomi Seperti Resesi

Data ini didapatkan dalam survei terbaru lembaga akuntan Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG), terhadap 1.325 CEO pada 12 Juli hingga 24 Agustus 2022.

Responden yang terlibat survei ini memiliki pendapatan tahunan lebih dari US$500 juta, dan sepertiga dari perusahaan yang disurvei memiliki pendapatan tahunan lebih dari US$10 miliar.

Survei tersebut melibatkan pemimpin dari 11 negara, yakni Australia, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Spanyol, Inggris, dan AS.

    #Resesi

    #Resesi Ekonomi

    #CEO

    #PHK

    #Give Me Perspective

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

error: Content is protected !!