7 Cara Menghadapi Bos yang Menyebalkan

portalutama.com – Bukan hanya dengan rekan kerja, di dunia kerja kita juga kerap kali berhubungan dengan bos. Sebut saja saat rapat atau menyerahkan laporan kerja bulanan. Kita mungkin mengharapkan bos yang humble, asyik, dan kooperatif.

Sayangnya, ekspektasi tidak sejalan dengan realita. Kita justru dipertemukan dengan bos yang super menyebalkan di kantor.

Untuk berdamai dengan sifat yang menyebalkan tersebut, kita bisa terapkan beberapa cara berikut saat menghadapinya.

Bingung cari Kartu Kredit Terbaik? Cermati punya solusinya!

Bandingkan Produk Kartu Kredit Terbaik!

1. Kenali apa maunya

Bos punya ekspektasi yang berbeda-beda dari karyawan. Dari kita sendiri, coba cari tahu apa yang diinginkannya. Apakah ia menuntut hasil kerja yang rapi, teliti, dan on time, atau lebih daripada itu?

Kita bisa mempelajari hal ini lewat laporan yang diberikan kepadanya. Lihat bagian mana yang paling sering dikomentari. Dari komentar tersebut, kita bisa simpulkan kalau ia kurang menyukainya.

Next time sewaktu mengumpulkan laporan, kita bisa review lagi hasilnya sebelum diserahkan kepada atasan. Dengan cara seperti ini, sifatnya yang menyebalkan tidak akan keluar.

2. Mendukung atasan

Bagaimana caranya kita mau mendukung atasan yang menyebalkan seperti beliau? Sebelum naik tensi, tujuannya disini untuk melengkapi kekurangan atasan. Sebab, sifat menyebalkan tersebut terkadang bisa muncul karena ia merasa kurang kompeten dalam suatu hal.

Caranya mudah kok. Misalnya saat rapat, kita bisa bantu atasan untuk menyiapkan peralatan dan materi yang dibutuhkan sebelum rapat.

Kita bisa ajukan bantuan tersebut lewat whatsapp atau telepon kantor. Dengan bantuan kecil seperti ini, kita sudah ikut membantu rekan kerja lain agar tidak terkena imbas dari sifat menyebalkan atasan.

3. Memahami situasi

Atasan juga manusia yang punya masalah dalam hidupnya. Ketika masalah tersebut mengganggunya, ia pasti bersikap super menyebalkan di kantor. Banyak dari kita yang mungkin dimarahi tanpa alasan.

Penting untuk memahami situasi yang sedang dihadapi atasan. Berhentilah menambah masalah di kantor saat atasan belum selesai dengan masalahnya. Sebab, masalah kita otomatis menjadi masalahnya dan ia pasti campur tangan untuk menyelesaikannya.

Perhatikan raut wajah atasan sewaktu berpapasan. Dari sini kita bisa simpulkan situasinya saat ini, jadi kita mudah menyesuaikan diri di kantor.

4. Kerjakan bagian kita

Setiap karyawan sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing di kantor. Sewaktu bekerja, penting untuk fokus pada bagian kita saja. Kita tidak perlu mencampuri pekerjaan orang lain dan membuat suasana di kantor menjadi ramai atau kurang kondusif.

Ingat kalau atasan kita sudah menyebalkan. Jangan karena keramaian tersebut, sifatnya yang menyebalkan menjadi-jadi.

Bantulah atasan untuk menciptakan situasi kondusif di tempat kerja dengan cara berbicara secukupnya saja. Dengan demikian, hasil kerja bisa lebih efektif dan efisien.

5. Kurangi gosip

Atasan yang menyebalkan seringkali menjadi bahan perbincangan di tempat kerja. Sebaiknya hati-hati karena kalau sampai ia tahu, kita bisa terkena imbasnya meskipun kita hanya ikutan bergabung dalam forum dan tidak mengatakan apapun.

Di sisi lain, menggosip dapat mengurangi produktivitas kerja di kantor. Tugas bisa saja tidak selesai karena kebanyakan gosip. Akibatnya, kita juga yang menjadi sasaran empuk atasan.

Meskipun atasan menyebalkan, percayalah ada sisi baik di dalam dirinya. Hanya saja, kita belum bisa temukan sisi baik tersebut. makanya perlu yang namanya pengenalan karakter secara mendalam.

6. Patuhi aturan

Jangankan atasan yang menyebalkan dari dulu, atasan yang baik saja bisa berubah menjadi menyebalkan kalau melihat sesuatu yang kurang disukainya. Misalnya, karyawan yang sering datang terlambat dan tidak submit tugas sesuai deadline.

Sebagai karyawan, kita perlu mematuhi setiap aturan yang berlaku di kantor meskipun aturan tersebut terlihat sepele. Terkadang, hal sepele malah sering menimbulkan impact yang besar dalam kelangsungan hidup perusahaan.

Dengan patuh, lama-kelamaan atasan pasti meleleh juga sifatnya. Mungkin tidak kepada semua karyawan, tapi setidaknya kepada kita jadi kita bisa lebih nyaman bekerja di kantor.

7. Fokus bekerja

Sebenarnya sah-sah saja kalau kita mengajukan resign dari perusahaan karena sifat atasan yang kurang bersahabat. Tapi kita perlu memikirkan, apakah resign adalah keputusan yang tepat untuk keluar dari masalah? Belum tentu!

Kita tidak pernah tahu seperti apa karakter atasan kita di perusahaan baru. Bisa saja jauh lebih menyebalkan atau mungkin ada bumbu-bumbu toxic.

Belajarlah untuk bersikap profesional di tempat kerja. Cobalah menahan diri dan jangan menyerang balik saat sikap atasan menyebalkan. Selagi masih dalam batasan wajar, maka diamkan saja.

Masa Depan Kita Ada di Tangan Atasan

Masa depan alias karir kita di perusahaan sangat bergantung pada atasan. Jika atasan tidak suka, ia bisa membuat kita kurang nyaman bekerja atau memecat kita secara tiba-tiba. Jadi, jangan pernah melakukan sikap yang kurang terpuji, baik di depan maupun di belakang atasan.

error: Content is protected !!