30 Orang Tewas Saat Serangan Udara Hantam Konser Musik di Myanmar

Merdeka.com – Sedikitnya 30 orang tewas dalam serangan udara yang menyasar konser yang diselenggarakan kelompok etnis minoritas di negara bagian Kachin, Myanmar, pada Minggu. Kelompok etnis minoritas ini termasuk dalam kelompok oposisi yang bekonflik dengan militer yang berkuasa di negara tersebut.

Serangan ini diungkapkan penduduk dan media Myanmar pada Senin, dikutip dari Reuters.

Media Myanmar melaporkan, militer belum mengonfirmasi serangan yang menewaskan warga sipil, penyanyi daerah ternama, dan anggota Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) ini. Menurut para saksi mata, serangan ini dilakukan tiga pesawat.

Juru bicara junta belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya terkait serangan ini. Reuters juga belum bisa memverfikasi detail laporan serangan yang disebut terjadi di A Nang Pa, daerah Hpakant.

Juru bicara KIA, Naw Bu mengatakan serangan udara ini menargetkan perayaan hari ulang tahun ke-62 pembentukan sayap politik tentara Kachin, Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO).

“Serangan udara itu disengaja. KIA/KIO mengutuk keras. Ini merupakan tindakan jahat yang juga bisa dianggap kejahatan perang,” jelasnya, seraya menambahkan pihaknya belum bisa mengonfirmasi jumlah korban jiwa.

Sejak kudeta, konflik terbuka antara tentara Myanmar dan KIA semakin memanas. KIA telah memperjuangkan otonomi rakyat Kachin selama enam dekade dan mendukung kelompok perlawanan anti-junta.

Pemerintah bayangan atau Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) menyatakan pihaknya sangat terpukul dengan banyaknya korban jiwa dan mendesak PBB serta komunitas internasional mengintervensi dan menghentikan kekejaman militer.

“Teroris militer dengan sengaja melakukan pembunuhan massal dengan pengeboman udara menargetkan konser besar,” jelas NUG dalam pernyataannya.

“Tindakan teroris militer dengan jelas melanggar hukum internasional.”

Sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih pada Februari 2021, kekerasan yang menyasar warga sipil kerap terjadi. Gerakan oposisi yang menentang kudeta, beberapa dari mereka melakukan perlawanan bersenjata, muncul di seluruh negeri. Militer kemudian menumpas para kelompok oposisi ini dengan operasi mematikan. [pan]

Baca juga:
Militer Myanmar Bunuh Seorang Guru, Jasadnya Dipajang di Sekolah
Dokumen Rahasia Ungkap Bagaimana Israel Dukung Militer Myanmar Tindas Muslim Rohingya
Yang Muda dan Berbahaya, Musuh Paling Ditakuti Junta Myanmar
Model OnlyFans di Myanmar Dipenjara Enam Tahun


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.