Rio TN Lasse Direktur Utama IPCC (kedua dari kanan) bersama direksi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (Indonesia Port Corporation Car terminal/IPCC).

Menggeliatnya industri otomotif tahun ini di Indonesia berdampak terhadap kinerja
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (Indonesia Port Corporation Car terminal/IPCC). Hal ini tercermin dari kinerja yang dicapai IPCC hingga semester I, di mana pendapatan sub holding Pelindo Multi Terminal, mencapai Rp pendapatan sebesar Rp 302,34 miliar atau meningkat 29,6% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 233,28 miliar.

Dari disisi laba bersih, IPCC berhasil membukukan sebesar Rp45,42 miliar atau naik 206,19% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 14,83 miliar. Sedangkan dari volume kendaraan yang diangkut hingga semester I/2022 mencapai 142.155 unit naik 35% dibanding awal pandemi tahun 2020 sebesar 105.082 unit.

Menurut Sumarno, Direktur Keuangan ICPP, hingga akhir tahun ini perusahaan layanan terminal kendaraan untuk ekspor-impor mobil dan kendaraan berat lain ini menargetkan pendapatan sekitar Rp 600 miliar. Sedangkan laba bersih yang ditargetkan sekitar Rp 90 miliar dan volume kendaraan yang diangkut sekitar 530 unit.

Rio TN Lasse, Direktur Utama IPCC, mengakui meski ekspor kendaraan semester I 2020 mengalami penurunan sebagai akibat produsen otomotif membatasi kegiatan usahanya, namun tahun 2021 dan 2022 ekspor sudah kembali pulih, bahkan melampaui capaian sebelum pandemi tahun 2019.

Diakui Rio, pasca-merger PT Pelabuhan, pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah ekspansi bisnis yang akan dilakukan di sepanjang 2023. Salah satu rencana IPCC tahun depan menambah akses terminal satelit di Surabaya dan di wilayah Indonesia Timur. Untuk melengkapi 2 terminal satelit yang sudah beroperasi yaitu di Belawan (Medan) dan di Makassar.

Tak hanya di wilayah itu, IPCC juga melihat Banjarmasin memiliki potensi yang cukup besar. Kemudian juga di Balikpapan, Bali terutama di Benoa, dan Nusa Tenggara terutama di Kupang yang juga cukup memiliki peluang untuk ekspansi.

Menurut Sumarno, kehadiran terminal satelit IPCC memberikan kontribusi pendapatan sekitar 6%, hingga akhir tahun ditargetkan akan mencapai 10% dari pendapatan IPC.

Tahun 2023, Rio menargetkan, volume permintaan angkut kendaraan sekitar 600 ribu unit, sedangkan target pendapatan sekitar Rp 700miliar dan laba bersih Rp130 miliar. Hal ini sesuai dengan bertambahnya satelit pelabuhan yang mulai beroperasi tahun 2023. “Kami ingin menjalin kerja sama dengan pabrikan otomotif dalam penanganan kargo kendaraan, baik CBU, Alat Berat, maupun general cargo untuk mengejar target yang dicanangkan,” katanya.


Artikel ini bersumber dari swa.co.id.