Memahami Teks Puisi Aku Chairil Anwar dan Maknanya

2 menit

Puisi Aku Chairil Anwar adalah salah satu karya sastra Indonesia paling populer. Namun, sudahkah kamu tahu apa makna dari puisi ini?

Chairil Anwar dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam dunia sastra Indonesia yang karyanya dikenang hingga saat ini.

Semasa hidupnya ia menulis 75 puisi, 7 prosa, dan 3 koleksi puisi.

Di antara puluhan karyanya tersebut, salah satu karya yang paling populer adalah puisi berjudul “Aku”.

Berikut ini puisi Chairil Anwar dan maknanya!

Puisi Aku Chairil Anwar

Memahami Teks Puisi Aku Chairil Anwar dan Maknanya

sumber: detik.com

Aku

Oleh: Chairil Anwar

 

Kalau sampai waktuku

‘Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

 

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari

 

Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Makna Puisi Aku Chairil Anwar

Puisi “Aku” karya Chairil Anwar ini bercerita tentang perjuangan sampai titik darah penghabisan. Tak peduli berapa banyak rintangan yang menanti, perjuangan tak akan pernah berhenti.

‘Aku’ dalam puisi ini ingin hasil perjuangannya dikenang dan memberikan dampak baik untuk orang lain di masa yang akan datang.

Berikut ini analisa puisi “Aku” dari setiap baitnya!

  • Aku, kalau sampai waktuku, ku mau tak seorang kan merayu. Tidak juga kau.

Baris ini mengandung arti bahwa ketika sudah tiba saatnya bagi persona dalam puisi ini untuk berjuang, ia tidak ingin ada hal-hal atau orang lain yang menghalangi—tak terkecuali orang-orang yang dicinta.

  • Tak perlu sedu sedan itu.

‘Aku’ dalam puisi ini tidak ingin sekelilingnya bersedih ketika ia harus pergi berjuang.

  • Aku ini binatang jalang dari kumpulannya yang terbuang.

Persona ‘aku’ merasa dia hanya seseorang yang tersisihkan dan tidak dianggap oleh lingkungannya.

  • Biar peluru menembus kulitku, ku akan tetap meradang menerjang.

Ia akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan, tak peduli meskipun menderita luka parah.

  • Luka dan bisa kubawa berlari, hingga hilang pedih peri.

Dengan semangatnya yang membara, segala luka dan kepedihan tak sedikit pun ia rasa.

  • Dan aku akan lebih tidak perduli. Aku mau hidup seribu tahun lagi.

Ia bersedia berjuang habis-habisan supaya apa yang ia perjuangkan dikenang dan memberikan dampak yang positif bagi orang-orang di masa depan.

Unsur Intrinsik Puisi Aku Chairil Anwar

1. Tema

Puisi “Aku” yang ditulis Chairil Anwar menggambarkan tentang ketekunan serta kemauan seseorang yang gigih memperjuangkan hak dirinya tanpa merugikan banyak orang.

Kegigihan tersebut tak sedikit pun terkikis, bahkan ketika banyak halangan yang datang menghampiri.

Judul puisi “Aku” ini mengandung arti seseorang yang tengah menapaki perjalanan arah hidupnya.

2. Diksi

Diksi adalah pilihan kata dalam sebuah karya tulis yang digunakan untuk memberi makna yang sesuai dengan keinginan penulis.

Ada dua baris dalam puisi ini yang menggunakan diksi menarik.

Baris “kalau sampai waktuku” bisa mengandung arti kalau aku mati.

Baris “tak perlu sedu sedan” bisa diartikan sebagai ungkapan untuk tak ada gunanya bersedih.

3. Rasa

Puisi ini mengandung sebuah ekspresi seseorang yang menginginkan kebebasan dari ikatan.

Persona dalam puisi ini tidak ingin meniru atau menampakkan keadaannya, tetapi ia bereaksi dan mempunyai semangat besar serta tekad kuat.

4. Nada

Nada yang tergambar dalam puisi ini adalah suasana kewibawaan dengan penyampaiannya yang jelas.

Setiap baris dalam puisi ini mengandung kata bermakna perjuangan, serta suasana yang syahdu dan sendu.

5. Suasana

Sosok dalam puisi ini digambarkan sebagai seseorang yang penuh dengan tekad perjuangan untuk mencapai sebuah tujuan.

Meski demikian, juga terdapat suasana yang menjadi haru tentang perjalanan hidup penuh pengorbanan yang ia lalui.

6. Majas

Puisi ini mengandung majas hiperbola, tepatnya pada kalimat “aku tetap meradang menerjang”.

Kalimat tersebut memiliki arti tetap memiliki semangat yang membara, meskipun sepanjang perjalanan ia terluka.

7. Amanat

Puisi “Aku” yang ditulis Chairil Anwar ini memiliki amanat bahwa kita sebagai manusia itu harus kuat, memiliki tekad, dan tidak mudah menyerah walaupun banyak rintangan.

Kita juga harus memiliki semangat untuk maju dan berkarya, supaya tujuan yang diinginkan bisa diraih dan semangat juang yang dimiliki hidup selamanya.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian impianmu dari sekarang.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Kunjungi dari sekarang dan temukan hunian favoritmu, salah satunya GreenView Srigunting Residence!

Artikel ini bersumber dari www.99.co.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *