Kampanye Tablet Tambah Darah Mencegah Stunting

Asisten III Setda Sultra Sukamto Toding mengampanyekan pemberian Tablet Tambah Darah di salah satu SMA Negeri di Kendari. Foto ANTARA

sultra.jpnn.com, KENDARI – Tablet tambah darah diberikan kepada remaja putri di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kampanye Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri tahun 2022 bertujuan untuk memutus mata rantai terjadinya stunting.

Pemberian TTD dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) digelar secara terpusat di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kendari.

“Kampanye pemberian tablet tersebut bertujuan untuk meningkatkan status gizi remaja putri untuk memutus mata rantai terjadinya stunting, menurunkan kasus anemia, dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh sebagai bekal mempersiapkan generasi yang sehat berkualitas dan produktif,” kata Kadis Kesehatan Sultra dr. Putu Agustina dalam keterangan persnya, Selasa (19/7).

Pihaknya telah menyalurkan persediaan TTD di empat daerah di Sultra, di antaranya Kota Kendari, Kabupaten Kolaka, Konawe, dan Konawe Selatan

Pemberian TTD untuk remaja putri Kota Kendari berjumlah 21.669 orang, Kolaka 450 orang, Konawe 4.479 orang, dan Konawe Selatan 300 orang.

Asisten III Setda Provinsi Sultra Sukamto Toding mengatakan pemerintah mendukung kegiatan ini, karena penting sebagai upaya mendorong terwujudnya SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, sesuai dengan arah pembangunan kesehatan 2020-2024, yang tertuang dalam RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan RI.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Data (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi anemia pada remaja sebesar 32 persen, artinya 3-4 di antara 10 remaja menderita anemia. Hal tersebut dipengaruhi kebiasaan asupan gizi yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

“Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah adalah penanggulangan anemia pada remaja putri, hal ini menjadi masalah kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan, letih dan lesu sehingga akan berdampak pada kreativitas dan produktivitas remaja. Anemia juga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit pada saat dewasa serta melahirkan generasi yang bermasalah kesehatan, khususnya masalah gizi,” tegasnya.

Pemberian TTD dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) digelar secara terpusat di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kendari.

Artikel ini bersumber dari sultra.jpnn.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *