Apakah Sholat Tahajud Harus Tidur Dulu? Begini Penjelasannya!

3 menit

Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunah yang dilakukan pada malam hari dan memiliki banyak keutamaan. Lantas, apakah sholat tahajud harus tidur dulu? Yuk, simak ulasan lengkapnya di sini!

Apabila ditilik dari asal namanya, kata tahajud berasal dari al-Hujud yang artinya bangun dari tidur pada malam hari.

Kendati tergolong ibadah sunah, terdapat sejumlah keutamaan yang akan didapat bagi mereka yang mengamalkannya.

Beberapa keutamaan sholat tahajud di antaranya

  • menghapus dosa;
  • Diberikan tempat terpuji dan mulia di sisi Allah Swt.; serta
  • menenteramkan hati dan pikiran.

Apa Itu Sholat Tahajud?

Apakah Sholat Tahajud Harus Tidur Dulu? Begini Penjelasannya!

Melansir berbagai sumber, sholat tahajud adalah sholat yang dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur.

Tata cara sholat tahajud diawali dengan niat dan diakhiri salam.

Shola ini dikerjakan minimal dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas dalam kurun waktu setelah ba’da sholat Isya hingga menjelang subuh.

Mengutip NU online, waktu yang tepat untuk melaksanakan salat tahajud adalah sepertiga malam.

Hal ini tertuang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 79, yang artinya:

“Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji.”

Apakah Sholat Tahajud Harus Tidur Dulu?

Beberapa orang acapkali bertanya-tanya apakah sholat tahajud harus tidur dulu?

Nah, berkaitan dengan hal tersebut, menurut mu’tamad (pendapat yang kuat), apabila kita tidak tidur sama sekali pada waktu malam, maka sholat sunah yang dilakukan tidak dinamakan sholat tahajud.

Imam Romli, dalam karyanya Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj sebagaimana dilansir dari NU Online menyebutkan:

ويسن (التهجد) بالإجماع لقوله تعالى {ومن الليل فتهجد به نافلة لك} [الإسراء: 79] ولمواظبته – صلى الله عليه وسلم – وهو التنفل ليلا بعد نوم

Artinya:

“Sholat tahajud disunahkan dengan kesepakatan ulama berdasarkan firman Allah Ta’ala (dan pada sebagian malam hari sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.” (Q.S. Al-Isra ayat 79).

“Dan juga berdasarkan ketekunan Nabi Muhammad saw. dalam melaksanakannya. Sholat Tahajud adalah sholat sunnah di malam hari setelah tidur.” (Syihabuddin al-Ramli, Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, Beirut-Dar al fikr, 1404 H., hal. 131 juz 2).

Selain pendapat tersebut, Syekh Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar Al-Bujairomi juga memiliki pendapat yang hampir serupa:

وتهجد- أي: تنفل بليل بعد نوم قوله: بعد نوم- ولو يسيرا، ولو كان النوم قبل فعل العشاء، لكن لا بد أن يكون التهجد بعد فعل العشاء، حتى يسمى بذلك وهذا هو المعتمد

Artinya:

“Dan sunnah melaksanakan sholat tahajud, yaitu sholat sunah setelah tidur. Penjelasan dari frasa (setelah tidur): walaupun tidur sebentar dan tidurnya dilakukan sebelum sholat Isya, tapi sholat tahajud tetap dilakukan setelah sholat Isya.”

“Oleh sebab itulah sholat ini disebut sholat tahajud (tahajud: tidur di waktu malam) dan inilah pendapat yang mu’tamad atau kuat.” (Sulaiman Ibn Muhamad ibn Umar al-Bujairomi, Hasyiyatul Bujairomi ala Syarhil Minhaj, Mathba’ah Al-Halabi, 1369 H., hal. 286 juz 1).

Dengan demikian, apakah sholat tahajud harus tidur dulu?

Jika menilik pendapat di atas maka jawabannya sholat tahajud harus dilakukan setelah tidur.

Pendapat tentang Sholat Tahajud Tidak Harus Tidur Dulu

ibadah malam

Selain pendapat di atas, sebagian ulama juga memiliki pendapat lain perihal sholat tahajud tidak harus tidur dulu.

Pendapat ini menerangkan bahwa semua sholat yang dikerjakan setelah sholat Isya bisa disebut sebagai sholat tahajud meskipun sebelumnya orang yang sholat belum tidur.

Adapun dasar pendapat sholat tahajud tidak harus tidur dulu berdasar pada sabda Nabi saw.:

“Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan sholat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan oleh Syuaib a-Arnauth).

Pendapat tentang Sholat Tahajud

Di sisi lain, jika merujuk pada kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, Abu Bakr ibnul Arabi mengatakan ada tiga pendapat mengenai tahajud:

  1. Tidur kemudian sholat lalu tidur lagi dan sholat lagi
  2. Sholat setelah tidur
  3. Sholat setelah Isya

Dari ketiga pendapat tersebut, yang paling kuat adalah pendapat kedua.

Namun, apabila dikhawatirkan tidak bisa bangun lagi usai tertidur, tidak ada salahnya juga untuk melakukan sholat sebelum tidur.

Pasalnya, meskipun sebagian besar ulama tidak menganggapnya sebagai tahjud, hal ini masih terhitung sebagai ibadah yang memiliki pahala besar.

***

Itulah bahasan mengenai apakah sholat tahajud harus tidur dulu dari berbagai perspektif.

Semoga ulasannya bermanfaat, ya.

Baca informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu sedang mencari hunian aman dan nyaman, bisa jadi Grand Teratai adalah jawabannya.

Yuk, kunjungi 99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan rumah idaman, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Artikel ini bersumber dari www.99.co.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *